Motivasi adalah sebuah kondisi psikologis kejiwaan yang dapat berperan
sebagai motor penggerak dalam melakukan suatu aktifitas. Tanpa adanya
motivasi atau dorongan atas sebuah keinginan hanya akan tinggal
keinginan tanpa akan menjadi kenyataan. Motoivasi merupakan ruh sebuah
aktifitas.
Motivasi digambarkan seperti gambar yang ada disamping,
Menumbuhkan motivasi diri dan percaya diri adalah bagian dari capaian
yang harus dilakukan, agar kita tetap dapat tampil sebagai pemenang
dalam era persaingan global. Motivasi dan pecaya diri tidak dapat tumbuh
begitu saja, tetapi memerlukan penanganan serta upaya tersendiri agar
kita dapat tampil sebagai pribadi yang mempunyai kepercayaan tinggi
(self confidence) namun masih tetap dalam batas batas yang wajar dan
masuk akal.
Suatu organisasi kadang mengalami pasang surut motivasi dalam
anggotanya, nah sekarang bagaimana jika organisasi kita mengalami
surutnya motivasi anggotanya?Sebelum kita memotivasi orang lain atau
memotivasi anggota lain sebaiknya kita memotivasi diri sendiri dahulu.
Ada beberapa cara yang dapat kita pakai untuk menumbuhkan motivasi diri yang kuat pada diri kita, antara lain :
1. Mempunyai cita-cita/keinginan terhadap sesuatu
2. Ada target yang ingin di capai
3. Membuka komiunikasi dan interaksi yang luas.
Kepercayaan pada diri sendiri harus kita bangun sebagai bagian dari
pencitraan diri yang harus kita miliki. Sudah tentu kepercayaan pada
diri sendiri harus ditempatkan secara proporsional, sehingga justru
tidak berdampak negatif. Percaya diri yang terlalu berlebihan akan
melahirkan kesombongan yang pada akhirnya akan berdampak
kontraproduktif.
Untuk mencapai kepercayaan pada diri sendiri yang produktif, diperlukan
kondisi-kondisi tertentu sebagai prasyarat dasar, yaitu :
1. Memiliki tingkat pengatahuan yang cukup tinggi dan dapat diandalkan.
2. Melihat kelebihan sebagai anugrah dan Kekurangan ebagai kenyataan.
3. Memiliki mentalitas yang kuat dan tidak gampang menyerah.
4. Memahami bahwa pada hakekatnya semua manusia mempunyai derajat, hak dan kewajiban yang sama.
Setelah kita berhasil memotivasi diri sendiri barulah kita memotivasi anggota kita dengan cara sebagai berikut :
1. Ciptakan sensasi
Ciptakan sesuatu yang dapat “membangunkan” dan membangkitkan gairah anda
saat pagi menjelang. Misalnya, anda berpikir esok hari harus
mendapatkan keuntungan 1 milyar rupiah. Walau kedengarannya mustahil,
tapi sensasi ini kadang memacu semangat anda untuk berkarya lebih baik
lagi melebihi apa yang sudah anda lakukan kemarin.
2. Kembangkan terus tujuan
Jangan pernah terpaku pada satu tujuan yang sederhana. Tujuan hidup yang
terlalu sederhana membuat anda tidak memiliki kekuatan lebih. Padahal
untuk meraih sesuatu anda memerlukan tantangan yang lebih besar, untuk
mengerahkan kekuatan anda yang sebenarnya. Tujuan hidup yang besar akan
membangkitkan motivasi dan kekuatan tersendiri dalam hidup anda.
3. Tetapkan saat kematian
Anda perlu memikirkan saat kematian meskipun gejala ke arah itu tidak
dapat diprediksikan. Membayangkan saat-saat terakhir dalam hidup ini
sesungguhnya merupakan saat-saat yang sangat sensasional. Anda dapat
membayangkan ‘flash back’ dalam kehidupan anda. Sejak anda menjalani
masa kanak-kanak, remaja, hingga tampil sebagai pribadi yang dewasa dan
mandiri. Jika anda membayangkan ‘ajal’ anda sudah dekat, akan memotivasi
anda untuk berbuat lebih banyak lagi hal hal yg baik selama hidup anda.
4. Tinggalkan teman yang tidak perlu
Jangan ragu untuk meninggalkan teman-teman yang tidak dapat mendorong
mencapai tujuan. Sebab, siapapun teman kita, seharusnya mampu membawa
kita pada perubahan yang lebih baik. Ketahuilah bergaul dengan
orang-orang yang optimis akan membuat kita berpikir optimis pula.
Bersama mereka hidup ini terasa lebih menyenangkan dan penuh motivasi.
5. Hampiri bayangan ketakutan
Saat anda dibayang-bayangi kecemasan dan ketakutan, jangan melarikan
diri dari bayangan tersebut. Misalnya selama ini anda takut akan
menghadapi masa depan yang buruk. Datang dan nikmati rasa takut anda
dengan mencoba mengatasinya. Saat anda berhasil mengatasi rasa takut,
saat itu anda telah berhasil meningkatkan keyakinan diri bahwa anda
mampu mencapai hidup yang lebih baik.
6. Ucapkan “selamat datang” pada setiap masalah Jalan untuk mencapai
tujuan tidak selamanya semulus jalan tol. Suatu saat anda akan
menghadapi jalan terjal, menanjak dan penuh bebatuan. Jangan memutar
arah untuk mengambil jalan pintas. Hadapi terus jalan tersebut dan
pikirkan cara terbaik untuk bisa melewatinya. Jika anda memandang
masalah sebagai sesuatu yang mengerikan, anda akan semakin sulit
termotivasi. Sebaliknya bila anda selalu siap menghadapi setiap masalah,
anda seakan memiliki energi dan semangat berlebih untuk mencapai tujuan
anda.
7. Mulailah dengan rasa senang
Jangan pernah merasa terbebani dengan tujuan hidup anda. Coba nikmati
hidup dan jalan yang anda tempuh. Jika sejak awal anda sudah merasa
‘tidak suka’ rasanya motivasi hidup tidak akan pernah anda miliki.
8. Berlatih dengan keras
Tidak bisa tidak, anda harus berlatih terus bila ingin mendapatkan hasil
terbaik. Pada dasarnya tidak ada yang tidak dapat anda raih jika anda
terus berusaha keras. Semakin giat berlatih semakin mudah pula mengatasi
setiap kesulitan.
Dengan demikian anggota kita akan termotivasi lagi untuk mengembangkan
organisasinya sehingga organisasi kita tak akan hancur hanya karena
anggotanya tidak ada motivasi untuk mengembangangkan organisasi.
Kesimpulannya, motivasi adalah ’sesuatu’ yang dapat menumbuhkan semangat
anda dalam rangka mencapai tujuan. Dengan motivasi yang kuat di dalam
diri sendiri, anda akan memiliki apresiasi dan penghargaan yang tinggi
terhadap diri dan hidup ini. Sehingga anda pun nggak ragu lagi melangkah
mencapai tujuan dan cita-cita hidup anda.
You might also like:
Yang Terbaik bukan Yang Terbanyak
Berubah Memang Sulit, Tetapi Harus







